Life

Please hold my hand

Aku berjalan ditengah keramaian tanpa tahu arah dan alur dari jalan ini. Kenapa mereka semua hanya menatapku tanpa mau menggenggam tangan dan tersenyum tulus kepadaku? Kenapa setelah semua ini terjadi mereka tetap menatapku seperti itu? Apa aku segitu tak berharganya? Apa aku begitu menakutkan?

Ketika semua jalan penuh akan keramaian akankah mereka mau menampung kesedihanku? Tolong terimalah uluran genggamanku, aku butuh engkau, bahkan untuk sesaat.

Kenapa aku sangat asing dengan semua ini? Kenapa ada banyak pertanyaan dalam hatiku tentang mereka? Bisakah mereka menjelaskannya meski tidak mau menggenggam tanganku?

Sesulit itulah? Bahkan ketika kegelapan menenggelamkan cahaya mereka masih tetap sama. Ketika semua bercerita tentang kesenangan tidak bisakah mereka menerima kesedihanku?

Kenapa aku hidup diantara orang-orang yang selalu melihat tingkatan angka? Itu sangat memuakkan bagiku , apa mungkin mereka tak mau menerima uluran genggamanku karena tingkatan ku yang rendah.

Ahh aku seperti hidup dijaman yang sangat kuno. Dimana banyak orang yang mementingkan hal yang tidak berguna tanpa mau menerima kesedihan walau sesaat

Jangan pernah melihat tingkatan, rangking atau peringkat orang tersebut, satu hal yang harus kamu tau bahwa orang itu pun tak mau berada ditingkatan yang sangat rendah.

Ayu Prastika
Tak Berkategori

Eventide

Dikeheningan sore ini


Dikala banyaknya orang


Aku terdiam menatapi lautan yg menghembuskan nafasnya dengan kasar

Seolah-olah dia menghempaskan semua masalah yg menimpanya


Kesendirian ini membawa ketenangan namun terkadang membawa kesedihan


Tak ada yg mampu menemaniku


Semuanya pergi seolah-olah tak kan kembali


Semuanya hilang seolah-olah tergulung oleh ombak


Banyak dari mereka yg datang namun mereka hanya menjadikanku sebagai tempat singgahan

Dengan mudahnya mereka datang dan pergi


Tak ada lagi yg mau menemaniku


Tak ada lagi panutanku


Tak ada lagi orang yg bijak


Mereka seperti senja


Indah tapi menyakitkan


Indah seperti pelangi


Menyakitkan ketika datang hanya untuk sesaat

Hidup itu pilihan


Namun hati bukan untuk dipilih


Hidup itu pilihan


Namun kesetiaan bukan untuk dipilih

Banyak dari mereka yang datang ketika kesusahan namun saat kita kesusahan mereka malah pergi dan cuek seolah-olah tak pernah kenalan

Jangan lupa like dan follow blog ini untuk mengetahui update terbaru

Jangan lupa untuk komentar untuk membantu blog ini semakin baik untuk kedepannya
AP works