Aku berjalan ditengah keramaian tanpa tahu arah dan alur dari jalan ini. Kenapa mereka semua hanya menatapku tanpa mau menggenggam tangan dan tersenyum tulus kepadaku? Kenapa setelah semua ini terjadi mereka tetap menatapku seperti itu? Apa aku segitu tak berharganya? Apa aku begitu menakutkan?
Ketika semua jalan penuh akan keramaian akankah mereka mau menampung kesedihanku? Tolong terimalah uluran genggamanku, aku butuh engkau, bahkan untuk sesaat.
Kenapa aku sangat asing dengan semua ini? Kenapa ada banyak pertanyaan dalam hatiku tentang mereka? Bisakah mereka menjelaskannya meski tidak mau menggenggam tanganku?
Sesulit itulah? Bahkan ketika kegelapan menenggelamkan cahaya mereka masih tetap sama. Ketika semua bercerita tentang kesenangan tidak bisakah mereka menerima kesedihanku?
Kenapa aku hidup diantara orang-orang yang selalu melihat tingkatan angka? Itu sangat memuakkan bagiku , apa mungkin mereka tak mau menerima uluran genggamanku karena tingkatan ku yang rendah.
Ahh aku seperti hidup dijaman yang sangat kuno. Dimana banyak orang yang mementingkan hal yang tidak berguna tanpa mau menerima kesedihan walau sesaat
Jangan pernah melihat tingkatan, rangking atau peringkat orang tersebut, satu hal yang harus kamu tau bahwa orang itu pun tak mau berada ditingkatan yang sangat rendah.
Ayu Prastika
